5 Momen Liverpool Gagal Juara Liga Inggris meski Sudah Unggul Jauh dari Peringkat 2 : Okezone Bola

0
55
turnamen baccarat
judikartu


LIVERPOOL kini unggul delapan poin dari Leicester City yang ada di posisi dua pada klasemen sementara Liga Inggris 2019-2020. Selain itu, Liverpool juga unggul sembilan poin dari Manchester City yang ada di posisi empat setelah menang 3-1 atas The Citizens –julukan Man City– pada akhir pekan lalu.

Keunggulan delapan poin semakin memperbesar peluang Liverpool untuk merengkuh gelar juara Liga Inggris musim ini. Akan tetapi, selisih poin mencolok tidak menjamin Liverpool jadi juara karena di masa lalu The Reds –julukan Liverpool– pernah gagal meski memiliki keunggulan besar. Berikut lima momen Liverpool gagal juara meski unggul jauh dari penghuni posisi dua, melansir dari Sky Sports, Selasa (12/11/2019).

5. Liga Inggris 1990-1991


Pada Liga Inggris 1990-1991, Liverpool yang waktu itu dilatih Kenny Dalghlish mampu mencatatkan kemenangan dalam delapan pertandingan pertama. Akan tetapi, laju kemenangan itu terhenti saat imbang 1-1 kontra Norwich City pada 20 Oktober 1990.

Namun, Liverpool unggul jauh atas Arsenal yang ada di posisi kedua karena mampu mengumpulkan 37 poin dari total 39 poin yang mungkin diraih pada pertengahan November. Banyak pihak mengira Liverpool akan meraih gelar juara Liga Inggris ke-19 mereka tetapi semua berubah.

Liverpool kemudian menderita kekalahan pertama dari Arsenal dengan skor telak 0-3 pada Desember 1990. Setelah itu, Liverpool kalah dalam tujuh pertandingan lainnya. Liverpool akhirnya jadi runner-up dengan selisih tujuh poin dari Arsenal yang menjuarai Liga Inggris 1990-1991.

4. Liga Inggris 2002-2003

Gerard Houllier (Foto: Sky Sports)

Pada Liga Inggris 2002-2003, Liverpool tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan pertama sehingga bisa mengoleksi 30 poin. Akan tetapi, kekalahan 0-1 dari Middlesbrough pada 9 November 2002 mengubah segalanya bagi Liverpool. Liverpool yang ketika itu dilatih Gerard Houllier hanya meraih dua kemenangan dalam 16 pertandingan selanjutnya.

Penurunan performa itu membuat Liverpool harus rela menjadi runner-up dengan selisih 19 poin dari Arsenal yang menjadi juara Liga Inggris 2002-2003. Kegagalan Liverpool menjadi juara lebih disebabkan pembelian pemain yang kurang tepat pada musim panas. Nama-nama seperti El Hadji Diouf, Bruno Cheyrou dan Salif Diao gagal berkontribusi positif untuk Liverpool.

3. Liga Inggris 2008-2009

Rafael Benitez (Foto: Sky Sports)

Liga Inggris 2008-2009 berjalan mulus untuk Liverpool setelah mereka tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan pertama. Hal itu membuat Liverpool unggul 10 poin dari sang juara bertahan, Manchester United. Akan tetapi, pada awal Januari 2009 Liverpool kehilangan posisi pertama setelah gagal menang dalam tiga pertandingan.

Saat Liverpool menurun performanya maka Man United tampil beringas dengan memenangkan 11 pertandingan beruntun sejak akhir Desember hingga 4 Maret 2009. Liverpool yang hanya menderita dua kekalahan pada musim itu gagal menggulingkan Man United. Liverpool kembali jadi runner-up dengan selisih empat poin dari sang juara.

2. Liga Inggris 2013-2014

Steven Gerrard (Foto: Premier League)

Liverpool hanya membutuhkan tujuh poin dari tiga pertandingan tersisa di Liga Inggris 2013-2014 untuk menjadi juara. Akan tetapi, Chelsea merusak rencana itu dengan kemenangan dua gol tanpa balas atas Liverpool di Anfield Stadium.

Dalam pertandingan itu juga tersaji momen bersejarah terplesetnya Steven Gerrard yang berbuah gol pertama dari Chelsea yang dibuat Demba Ba. Setelah itu, Willian mencetak gol kedua yang membuat dominasi Liverpool sepanjang laga hanya berbuah kekalahan.

Kekalahan itu memengaruhi mental para pemain Liverpool hingga pada pertandingan selanjutnya kembali imbang 3-3 kontra Crystal Palace. Liverpool kembali jadi runner-up dengan selisih empat poin dari Manchester City yang keluar sebagai juara Liga Inggris 2013-2014.

1. Liga Inggris 2018-2019

Jurgen Klopp (Foto: Twitter/@LFC)

Liverpool sempat unggul 10 poin dari Man City usai mengalahkan Arsenal 5-1 pada akhir Desember 2018. Akan tetapi, kekalahan yang diderita dari Man City serta beberapa hasil imbang yang diraih pada Januari membuat laju Liverpool tersendat. Saat Liverpool kesusahan maka Man City menunjukkan peningkatan performa yang luar biasa dengan memenangkan 14 pertandingan beruntun.

Liverpool akhirnya mengakhiri musim 2018-2019 dengan torehan 97 poin yang merupakan koleksi terbanyaknya sepanjang sejarah Liga Inggris. Liverpool pun hanya menderita satu kekalahan sepanjang musim tetapi itu belum cukup untuk membendung Man City menjadi juara Liga Inggris 2018-2019. Liverpool lagi-lagi menjadi runner-up dengan selisih satu poin dari Man City.

agen poker teraman
agen bola bape88

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here