Debut Tragis Atalanta di Liga Champions

0
11
turnamen baccarat
judikartu

ZagrebAtalanta punya harapan tinggi saat tampil untuk pertama kalinya di Liga Champions musim ini. Sayang, debut Nerazzurri berakhir tragis.

Atalanta tampil mengejutkan musim lalu ketika mereka berhasil finis posisi ketiga klasemen Serie A. Ini adalah pencapaian terbaik Gli Oribici sepanjang sejarah klub itu.

Bahkan Atalanta juga jadi tim paling produktif dengan torehan 77 gol, mengalahkan Juventus dan Napoli, yang notabene punya skuat lebih mentereng. Duet Alejandro Gomez dan Duvan Zapata jadi ancaman untuk pertahanan lawan.




Tak hanya Gomez dan Zapata, Atalanta juga mengandalkan Josep Ilicic. Trio itu membuat total 42 gol yang sudah pasti jadi momok untuk setiap lini belakang.

Modal itulah yang dipakai Atalanta sebagai debutan di Liga Champions musim ini. Dengan skuat yang tak berubah dan malah kedatangan Luis Muriel dari Sevilla, wajar Atalanta berharap banyak bisa mengejutkan di kompetisi itu.

Tapi, Atalanta harus ingat kalau Liga Champions bukanlah kompetisi layaknya Serie A. Di sini tim-tim terbaik Eropa berkumpul dan butuh dari sekedar skuat ciamik untuk bisa bicara banyak.

Meski “cuma” menghadapi Dinamo Zagreb di Matchday I Grup C, Kamis (19/9/2019) dini hari WIB, Atalanta nyatanya dibuat tak berkutik. Meski mampu membuat 13 attempts, dengan delapan di antaranya mengarah ke gawang, Atalanta tak bisa bikin gol.

Dinamo malah mampu menang dengan skor telak 4-0 lewat torehan hat-trick Mislav Orsic. Atalanta pun terjerembab dan membukukan rekor buruk di laga debutnya, yakni tim Italia yang menelan kekalahan terbesar sejak AS Roma yang kalah 0-4 dari Barcelona pada 2015.

Bahkan gawang Atalanta terlalu mudah dibobol karena empat gol itu berasal dari empat tembakan tepat sasaran pertama Dinamo.

“Saya bilang kepada pemain sama persis seperti ini. Malam ini Dinamo Zagreb mendominasi kami di segala lini. Kami harus belajar untuk bermain dengan kalitas, lebih cepat, tak lamban saat memindahkan bola,” ujar pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, di Football-Italia.

“Tidak pernah kejadian sebelum ini ketika lawan benar-benar mendomiinasi kami,” sambungnya.

“Saya pun kalah 0-3 di debut sebagai pelatih, jadi… ini mengecewakan, kami harusnya bisa mencetak satu atau dua gol di babak kedua. Tapi tak diragukan kalah Zagreb begitu mendominasi.”

Simak Video “Pidato Aneh Eric Cantona Sebelum Drawing Fase Grup Liga Champions
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/fem)


agen poker teraman
agen bola bape88

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here